TIPS MEMELIHARA GERBIL EKOR GEMUK, BUTUH KANDANG BERPASIR

ORANGTUA IDAMAN – Ketika menyebut nama gerbil, mungkin sebagian besar masyarakat akan mengerenyitkan dahinya. Memang, hewan ini masih kalah populer dibandingkan saudaranya, hamster.

Padahal dari segi kelucuan dan muka cute, gerbil tak kalah dengan saudaranya tersebut. Apalagi dengan kondisi ekornya yang terlihat gendut. Semakin menambah keunikannya. Gerbil terbilang hewan unik  yang mudah sekali perawatannya. Bahkan jauh lebih mudah dari hamster.

Pasalnya ia kerap membersihkan dirinya sendiri. Caranya? Dengan  “bermandi” pasir. Kebiasaan ini tak terlepas dari habitat gerbil yang berasal dari daerah padang pasir. Dibutuhkan pasir zeolit sebagai bedding. Material ini lebih efektif ketimbang menggunakan serutan kayu.

Bisa Dicuci
Selain daya serap zeolit terbilang mupuni, Zeolit mampu menyerap amoniak  yang berasal dari kotoran gerbil. Keuntungan lainnya ialah pasir zeolit yang telah kotor ini bisa digunakan kembali. Caranya dengan mencucinya hingga bersih. Setelah itu keringkan dan siap digunakan.

Sedangkan sebagai kandangnya, dipilih material kaca. Akuarium berukuran 120 x 80 x 60 cm bisa disulap menjadi beberapa ruangan yang diisi gerbil. Kandang ini dibersihkan sekali seminggu.

Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, Anda dapat menyediakan kuaci sebagai pakan utama. Kuacinya  yang dinerikan harus berkualitas bagus. Tak ada yang busuk. Agar tak merasa bosan dengan menu yang itu-itu saja, sesekali diselingi dengan cat food.

Terkadang, gerbil kesayangan ogah menyantap hidangan yang telah disajikan. Bila hal seperti ini terjadi, dibutuhkan vitagel. Minuman ini mujarab untuk mendongkrak selera makan gerbil. Sementara untuk menambah vitalitas, Anda dapat memberinya madu.

Jika urusan pakan dan suplemen kelar, kini tinggal menyediakan pasokan air. Sebagai tempat minum, dapat digunakan botol minum hamster. Sebagai air minum, gunakan air matang. Bahkan bila memungkinkan, berikan air mineral. Hindari air mentah. Karena dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah pencernaan.

Untuk mendeteksi kesehatan pencernaan seekor gerbil, terbilang mudah. Lihat saja bagian ekornya. Kalau kecil dan tipis, berarti ia kurang sehat. Ukuran ekor pun jadi indikasi kecukupan pakan. Jikw buntutnya terlihat besar dan tebal, berarti mereka mendapat pasokan pakan yang memadai.

Sulit Kawin
Hal paling sulit saat memelihara gerbil yaitu mengawinkan. Maklum, selama proses penjodohan, calon indukan serinh berkelahi. Sehingga kerap kali buntutnya  korengan karena luka mengering bekas perkelahian. Sayangnya, tak ada cara mujarab untuk menghindari ritual perkelahian ini. Pasti berkelahi. Kalau berlangsung hingga parah,baru saya pisahkan. Gerbil yang telah berjodoh, ditandai dengan tidur berdempetan.

Selain kendala perkawinan, gerbil juga agak sulit dihandling. Berbeda dengan hamster yang dengan mudah Anda elus, bila salah dalam memegang gerbil, bisa-bisa Anda bakal digigitnya.

Aksesoris dan Permainan
Menurut literatur, gerbil membutuhkan aksesoris untuk menunjang aktiviyas tubuhnya. Salah satunya adalah roda putar. Namun perlu Anda ingat, hindari memberi aksesoris berbahan plastik. Karena bisa dipastikan ia akan mengunyah dan menelannya. Hal ini berbahaya bagi kesehatan organ pencernaannya.

Jadi berikanlah roda putat yang terbuat dari besi. Pilih yang tak memiliki celah. Karena bila gerbil terperosok, bisa – bisa kakinya patah.

Hindari pula memberinya bola. Karena gerbil, mempunyai pandangan terbatas. Mereka mengandalkan cakar dan hidung uhtuk mengenali objek di sekitar. Jadi dalam pandangannya, keberadaan bola sulit dideteksi. Sehingga dapat membuatnya stres. 


Tips Teknik Memegang
Agar tangan Anda terhindar dari gigitan, peganglah gerbil dibagian tengkuk dengan ibu jari dan telunjuk (seperti menjepit). Sementara jari lainnya memegang bagian pinggulnya.


Hidup Berkoloni
Gaya hidup gerbil berkoloni. Sebaiknya cara hidup seperti ini harus Anda biasakan sedari kecil. Karena bila digabungkan pada saat dewasa, kemungkinan besar mereka akan berkelahi.



SIMAK JUGA ANEKA SATWA RUMAHAN INI


KEBUN DAN TAMAN KELUARGA


error: Content is protected !!