MENGATASI ALGAE BLOOMING: TAK PERLU SETING ULANG

ORANGTUA IDAMAN – Lumut tumbuh di aquascape tak bisa ditolak. Tetapi dapat dikendalikan. Saat tumbuhan ini bersemi, jangan terburu membongkar aquascape. Tangani secara bertahap.

Bagi yang tidak tahu, ledakan populasi lumut adalah bencana dan akhir dari hobi aquascapping.  Padahal, bila ditanggapi secara positif, justru akan menjadi pengalaman berharga.  Kehadiran lumut dalam akuarium tidak bisa dicegah. Pehobi hanya bisa mengendalikan populasinya agar tidak berlebihan. 

Lumut dalam aquarium itu hal yang wajar dan alami.  Porsi cahaya, CO2 dan nutrisi yang pas menjadi kunci sukses mengendalikan populasi lumut.  Sistem filterisasi memenuhi syarat juga bisa menekan pertumbuhan lumut. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu  memelihara fauna pembersih.  Misalnya ikan sapu-sapu, keong turbo dan udang. 

Kenali jenis lumut
Saat lumut tumbuh tak terkendali, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengenali jenis lumut.  Species lumut bisa menuntun Anda menemukan sumber ketidakberesan dalam akuarium.  Lumut berwarna hijau biasanya muncul karena porsi cahayanya kebanyakan.  Kalau lumut cokelat mengindikasikan akuarium kurang cahaya.

Lumut hijau tumbuh karena intensitas cahaya terlalu tinggi,

Kedua jenis lumut itu butuh cara penanganan berbeda. Penambahan intensitas dan lama penyinaran bisa menekan pertumbuhan lumut cokelat.  Porsi cahaya cukup 10 – 12 jam setiap hari.  Lampu dinyalakan pada waktu siang , sementara pada malam hari lampu dimatikan.

Pertumbuhan lumut cokelat juga bisa ditekan dengan menambah frekuwensi penggantian air.  Paling tidak 3 – 2 hari sekali.  Bila menggunakan pasir silika, disarankan agar diganti dengan jenis pasir lain.  Jenis ikan pembasmi lumut cokelat yaitu Otocinclus.

Erick juga mengatakan bahwa terdapat beberapa jenis lumut hijau yang kerap tumbuh dalam akuatium.  Jenis pertama yaitu lumut benang atau Filamentous Algae.  Wujudnya menyerupai benang atau rambut berwarna hijau.  Bisa dibersihkan langsung.  Digulung dengan kayu.  Lumut benang tidak berbahaya.  Namun, populasinya yang terlalu banyak bisa mengakibatkan persaingan dengan tanaman air.  Sehingga pertumbuhan tanaman air bisa terganggu.

Jenis lumut hijau berikutnya yaitu Cluster algae. Tumbuhan ini berwarna hijau muda.  Berbentuk benang halus serta tidak melekatkan diri pada benda.  Koloni lumut ini umumnya menghampar di dasar akuarium. Bisa dibersihkan dengan cara menyifon.  Pertumbuhannya juga dapat dihambat dengan memelihara ikan Ancistrus dan Plecostomus.

Jenis lumut lain yang harus diwaspadai adalah lumut sisir hijau atau Green Bunch Algae.  Tumbuhan ini berwarna hijau muda.  Gemar tumbuh di atas benda keras.  Misalnya kayu, batu dan daun tanaman yang tebal.  Lumut sisir hijau tumbuh berumpun dengan panjang berkisar antara 2 – 3 cm.  Lumut ini hadir karena dipicu oleh porsi cahaya dan pemupukan berlebihan.  Jenis ikan SiamensesAlgae Eater dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan lumut ini.

Lumut Bintik Hijau alias Geen Spot Alagae.  Ukurannya kecil, hanya 3mm  berbentuk bulat.  Flora ini tumbuh dengan cara melekat kuat di atas permukaan daun tanaman yang tebal.  Seringkali tumbuh dalam akuarium yang masih baru.  Atau akuarium yang memiliki kondisi ekosistem yang belum stabil.  Lumut ini bisa hilang dengan sendirinya dengan perawatan aquarium yang benar.  Obat lumut tidak efektif untuk jenis lumut yang satu ini. 

Jenis lumut lain yang sering muncul adalah lumut bersel satu.  Lumut ini membuat air dalam akuarium menjadi berwarna hijau atau Green water.  Mengaganti air bukan menjadi jalan terbaik untuk mengatasi kehadiran jenis lumut ini.  Jalan terbaik yang bisa ditempuh yakni mengurangi intensitas cahaya dalam akuarium.  Serta mengurangi dosis pemberian CO2. 

Tekan Populasinya
Air yang terlalu banyak mengandung nitrat memicu terjadinya algae blooming.  Zat ini bersumber dari sisa pakan ikan yang tak terkonsumsi, timbunan feaces ikan dan tumpukan daun dan batang tanaman yang mengendap di dasar akuarium.  Keberadaan udang dan ikan sapu-sapu tidak semata-mata bertugas untuk membersihkan lumut.  Namun fauna ini mampu membersihkan sisa kotoran tersebut.  Sehingga tidak membusuk dan mengeluarkan nitrat. 

Populasi lumut juga dapat ditekan dengan menggunakan ramuan anti lumut.  Zat ini bisa dibeli dari toko sarana akuarium.  Contohnya yaitu Alginin Tetra dan Algae Stop.  Dosisnya cukup 10 ml untuk 100 liter air.  Disarankan agar saat ramuan ini diaplikasikan, air di dalam akuarium disirkulasi secara baik.  Atau filter bejalan secara optimal.  Seminggu setelah ramuan ini diterapkan, lumut rontok.  Terlepas dan mengendap di dasar akuarium.  Timbunan bangkai lumut berwarna hitam itu harus segera disifon.

Jangan lupa memeriksa kembali sistem filterisasi.  Kapasitas filter harus sesuai dengan ukuran akuarium Anda.  Pemasangan tabung UV bisa diterapkan untuk mengendalikan koloni lumut dalam akuarium.  Tabung ini dipasang berangkai dengan sistem filtrasi. 

Media filter yang terlalu jenuh harus segera dibersihkan.  Ditandai dengan warna zeolith yang telah berubah menjadi cokelat.  Kerikil penyerap kotoran tersebut harus dicuci atau diganti dengan yang baru.

Lumut yang menempel di kaca bisa dibersihkan dengan bantuan spon.  Bila akuarium berukuran besar, Anda bisa menggunakan magnit yang dibungkus dengan spons.  Batu yang ditumbuhi lumut diangkat lalu disikat sampai bersih.  Kotoran yang tertimbun di bawah batu disifon. 

Demikian pula rontokan lumut yang mengendap di dasar akuarium.  Endapan kotoran biasanya mengumpul di bagian yang tidak terkena sapuan arus filter.  Daerah itu sering disebut sebagai titik mati.  Kandungan Nitrat dan CO2 terkonsentrasi di tempat tersebut.  Batu dan kayu tidak boleh diposisikan di titik mati.  Pindahkan di tempat yang terkena aliran arus air.

Gantilah tanaman dalam akuascape dengan tanaman yang sesuai dengan spesifikasi seting akuarium Anda.  Tanaman tersebut mampu tumbuh dangan kondisi lampu yang Anda miliki.  Disarankan pula memilih jenis tanaman yang bisa menekan pertumbuhan lumut.  Misalnya cabomba (orangtuaidaman.com)


PORSI SYARAT TUMBUH
Elemen                                Porsi

1.   Amonia                          < 0,012 ppm

2.   Nitrit                              < 0,2 ppm

3.   CO2                               0 – 10 ppm

4.   O2                                  3 ppm

5.   pH                                  6,8 – 7

6.   KH (CaCO3)                 > 20 ppm

7.   GH (CaCO3)                 > 20 ppm

8.   Temperatur                     27 – 30° C

9.   Cahaya                           1 watt / 2 liter air  ( 12 – 14 jam / hari)


SIMAK JUGA ANEKA FAUNA KELANGENAN INI!


KEBUN & TAMAN

error: Content is protected !!