PARASIT DARAH PADA ANJING: CAPLAK BIANG PENULARNYA

SATWA MAMALIA – Serangan parasit darah dapat menimbulkan kerusakan pada lever, sistem saraf dan ginjal. Bisa juga jadi penyebab kematian anjing kesayangan.

Seorang pemilik anjing begitu gelisah membawa peliharaannya ke sebuah klinik hewan. Sudah dua hari anjing Golden Retreiver itu mimisan. Nah, sebelum mendiagnosa apa yang dialami anjing itu, mari kita mencari tahu terlebih dahulu apa sebenarnya parasit darah.

Parasit darah pada hewan kecil diantaranya yang kita ketahui adalah Babesia canis. Babesia canis adalah salah satu jenis parasit yang berbentuk protozoa dan termasuk dalam kelompok Babesia yang biasa menyerang hewan kesayangan kita pada stadium merozoit atau piroplasma. Babesia canis akan menyerang sel darah merah hewan kesayangan kita dan piroplasma di dalam sel darah merah akan bereplika dan mengakibatkan kerusakan pada sel darah merah tersebut.

Penularan parasit darah bisa berlangsung melalui beberapa metode atau proses. Yakni melalui caplak, transmisi langsung melalui transfusi darah dan transplacental (melalui placenta), penularan dari induk sedang bunting pada janin.

Masa inkubasi umumnya sekitar 2 minggu. Tapi pada beberapa kasus biasanya tidak akan terdiagnosa selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Dapat menyerang doggie pada semua usia dari puppy sampai anjing dewasa. Selain menyerang sel darah merah, Babesia canis juga dapat menimbulkan kerusakan pada lever, sistem saraf, dan ginjal. Dan penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada si doggie.

Diagnosa parasit darah hanya dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium yaitu melalui usapan darah atau tes antibodi.

Gejala Klinis
Dapat terjadi pada kondisi preakut, akut, dan kronis. Sedangkan pada hewan yang terinfeksi akan terlihat gejala, antara lain berupa epistaxis, selaput lendir pucat sampai kekuningan, dan demam. Selain itu bisa timbul gejala anoreksia (hilangnya nafsu makan ) dan lethargie (lemas). Gejala lain yang muncul adalah pembesaran kelenjar pertahanan, pembesaran organ limpa, penurunan berat badan dan warna feces pucat. Pada hewan yang sifatnya carrier, gejala klinis tidak akan terdeteksi.

Ada beberapa penyebab dan faktor risiko serangan blood parasite. Diantaranya adalah sejarah penularan dan infestasi caplak. Sistem kekebalan yang menurun akan menimbulkan gejala klinis dan meningkatkan kerusakan sel darah merah pada hewan yang terinfeksi secara kronis.

Tindakan dan Pengobatan
Pasien harus dirawat inap atau hanya berobat jalan, tergantung dari keparahan penyakit. Diberikan obat antiparasit darah seperti golongan tetracycline. Selain golongan tetracycline, obat lainyang dapat diberikan adalah seperti Imidocarb dipoprionate.

Dalam pemberian Imidocarb harus dipastikan bahwa lever si doggie tidak mengalami kerusakan. Pemilik juga harus mendapatkan informasi bahwa obat tersebut akan menimbulkan efek samping seperti muntah sesudah disuntik. Berdasarkan paparan di atas, Goldie milik ibu Linda ada kemungkinan terinfeksi parasit darah tetapi untuk lebih tepatnya harus dilakukan pemeriksaan laboratorium. (orangtuaidaman.com)

INFO
Langkah Pencegahan

Agar anjing kesayangan terbebas dari parasit darah harus dilakukan kontrol infestasi caplak pada doggie kesayangan kita. Apabila si doggie terinfeksi caplak cepat dimandikan dengan menggunakan sampo anticaplak dan diberi obat kutu dalam waktu paling lambat 24 jam. Tujuannya untuk mencegah infestasi lebih parah. Semprot lingkungan dan kandang apabila si doggie terinfeksi caplak, untuk mencegah penyebaran caplak yang lebih parah di lingkungan sekitar.


ANEKA SATWA RUMAH


TAMAN & KEBUN KELUARGA

error: Content is protected !!