TIPS MENCEGAH IKAN KOKI STRES DI KONTES

SATWA RUMAHAN – Menyaksikan koki andalan stres di arena lomba tentu membuat pemilik ikut-ikutan stres.  Tapi jangan khawatir, Bawa Koki jarak jauh tanpa stress tentu ada caranya.

“Yang penting cukup Oksigen. Jika cara kemasnya benar, ikan bisa bertahan hingga 12 jam” ungkap Abas, pemenang kontes koki Indo Fish kelas junior.   Menurut dia, ada beberapa penyebab koki menjadi stress selama di perjalanan.  Penyebabnya antara lain yaitu:

Kandungan Oksigen Minim
Banyak orang beranggapan kantung kemasan banyak diisi air bisa menjamin keselamatan ikan koki.  Sebenarnya, jika badan ikan sudah masuk semua ke dalam air  berarti air sudah cukup.

Ikan koki dibawa dengan plastik berukuran 40×60 cm atau 50×75 cm.  Dengan plastik itu, jumlah maksimal ikan yang bisa dibawah hanya 2 ekor. Volume air hanya sepertiga volume total plastik.  Dua pertiga sisanya adalah oksigen.  

Ikan kenyang melakukan metabolisme cepat. Sehingga mengakibatkan ikan menjadi boros Oksigen.  Untuk mencegahnya maka, sebelum menempuh perjalanan jauh Koki diwajibkan puasa terlebih dulu selama dua sampai tiga hari.  “Ikan koki adalah jenis ikan yang tahan puasa. Tidak dikasih makan seminggu pun tak mati” Jelas abas.

Jika perjalanan sangat jauh (lebih dari 12 jam) sebaiknya membawa cadangan oksigen.  Kita tak perlu susah-susah menggotong tabung oksigen.  Cadangan gas kehidupan tadi bisa dibawa dengan kantong plastik.  Penambahan oksigen biasanya dilakukan bersamaan dengan pengantian air.   Pemilik Sumenep Golden Fish itu juga mengungkapkan, air bisa diganti total atau hanya setengahnya saja.  Jika hendak diganti total, harus dipastikan suhu air penganti sama dengan suhu air sebelumnya. 

Suhu Terlalu Tinggi
Agar suhu air selalu tetap dalam keadaan normal (28 – 26 derajad selsius), plastik berisi ikan harus dimasukkan ke dalam kotak styrofoam.  Kemudian di atasnya diberi es batu. 

Suhu yang terlalu panas bisa mengakibatkan proses metabolisme ikan menjadi lebih cepat.  Akibat lebih lanjut yaitu laju pernafasan ikan kencang.  Jika sudah seperti itu ikan mejadi boros Oksigen.

Zat Beracun
Selain untuk menekan aktivitas metabolisme, wajib puasa juga bertujuan agar ikan tidak eek selama di perjalanan.  Kotoran yang terlarut dalam media (air) banyak mengandung amonia.  Zat tersebut beracun bagi Si Koki.  Selain itu, kotoran yang menumpuk dalam kemasan akan dirombak oleh mikro organisme.  Proses pembusukan tersebut banyak menghabiskan cadangan oksigen dalam kemasan.    

Sesampainya di tujuan, dapat dipastikan kondisi koki lemah.  Dalam keadaan seperti ini koki tidak boleh langsung diberi pakan buatan.  Sebaiknya koki diberi pakan alami dulu.  Hal ini bertujuan agar pencernaan ia tidak kaget.  Pakan alami pada umumnya lebih lunak bila dibandingkan dengan pakan buatan.  Berbagai jenis cacing seperti cacing sutra, dan cacing darah sangat bagus diberikan.

Selain itu Koki juga tidak boleh langsung terjun ke dalam akuarium yang baru.  Sebelum masuk ketempat yang baru ia harus  diadaptasikan dulu.  Caranya, koki yang masih dalam kemasan dimasukkan ke akuarium calon tempat tinggal baru selama 5 sampai 10 menit.  Setelah suhu air dalam kemasan dan akuarium sama, koki bisa segera dikeluarkan.  Caranya juga tidak sembarangan.  Setelah kemasan dibuka, koki bersama dengan air dituang secara bersamaan ke dalam akuarium. (orangtuaidaman.com).


ANEKA SATWA RUMAHAN


TAMAN & KEBUN KELUARGA

error: Content is protected !!