POLYODON SPATHULA: HIU OMPONG DARI MISISIPPI

SATWA IKAN – Tampang sangar ternyata tidak selalu ditakuti.  Polyodon stathula adalah buktinya.  Ikan ini mirip hiu. Hanya saja ia tidak punya gigi-gigi tajam layaknya  hiu tulen.  Polyodon juga sering dijuluki sebagai ikan cocor bebek.

Polyodon sama sekali tidak ada hubungan keturunan dengan hiu.  Meski berpenampilan sangar,  Ikan ini tidak ganas koq.  Tabiatnya kalem dan tidak bisa menggigit lantaran ompong.  Jadi ia tidak berbahaya seperti arapaima dan aligator.  Di tempat asalnya, ikan sangar ini justru sering menjadi incaran berbagai mahluk pemangsa.  Semisal, jenis ikan lain, burung, dan manusia.  Sebagai perlindungan dari serangan mahluk pemangsa, Polyodon dikaruniai kulit yang keras, tebal dan kuat.

Cepat Jadi Bongsor
Polyodon termasuk salah satu jenis ikan purba.  Ia sudah ada di muka bumi ini sejak 300 – 400 juta tahun silam.  Atau sekitar 50 juta tahun sebelum dinosaurus pertama dilahirkan.  Ikan bermoncong panjang ini banyak berkeliaran di perairan sungai Misisippi dan Sungai St. Croix.  Mereka menyenangi daerah peraiaran yang luas serta dalam.  Ikan ini merupakan penghuni sungai dalam (lebih dari 6 m).  Sering ditemukan berkeliaran bersama Catfish, ikan Sturgeon, ikan Buffalow dan common carp.  Ia lebih suka berenang santai ketimbang berenang ngebut

Meskipun bertampang gahar, ikan ini ternyata ompong.

Polyodon adalah jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang pesat.    Polyodon dewasa bisa tumbuh s3panjang badan 1,5 – 2 meter  atau dengan berat badan sekitar 91 kg – 100 kg.  Usianya bisa mencapai 20 – 30 tahun.  Bahkan pernah dilaporkan ada Polyodon yang mampu hidup hingga berusia 55 tahun. 

Moncong Polyodon yang panjang serta berbentuk pipih itu berfungsi  sebagai piranti sensor.  Alat pencari jejak mangsa tersebut bernama rostrum.  Bagian tubuh itu sangat peka terhadap arus listrik yang dihasilkan oleh segerombolan plankton berukuran sangat kecil.  Ketika sekawanan plankton berdekatan dengan moncongnya, Polyodon tinggal membuka mulutnya lebar-lebar.  Di bagian dalam rongga mulut Polyodon terdapat alat penyaring.  Fungsinya untuk menyarin plankton.   Sambil berenang tenang, hap…! Jasad-jasad renik itu akhirnya menjadi santapan Polyodon.

Selain sebagai alat pelacak calon mangsa, ,oncong Polyodon juga berguna untuk mendetaksi lokasi lingkungan yang memiliki kodisi menguntungkan.  Hal ini terutama sangat penting ketika Polyodon melakukan migrasi.  Keberadaan kawan-kawannya juga bisa dideteksi dengan antena di ujung hidungnya itu. 

Tampangnya yang sangar sering membuat orang mengira ikan ini adalah jenis ikan pemangsa daging atau karnivora.  Padahal ia adalah jenis ikan omnivora.  Artinya Polyodon suka menyantap menu apa saja.  Berbagai makanan pokok Polyodon adalah plankton, ikan kecil, tumbuhan serta binatang yang mengapung di permukaan air.   

Jenis kelamin Polyodon sulit dibedakan.  Hanya saja biasanya Polyodon jantan berbadan lebih besar bila dibanding dengan Polyodon betina.  Induk betina siap kawin jika sudah berusia 9 – 10 tahun.  Sedangkan pejantan sedikit lebih awal.  Yaitu pada usia 6 – 7 tahun.  Di tempat asalnya, perkembangbiakan akan terjadi pada musim semi.  Ia berkembangbiak dalam air bersuhu 10°C.  Menjelang musim perkawinan, Polyodon akan bermigrasi menuju daerah perairan yang banyak terdapat bebatuan, berarus tenang dan berkedalaman air tidak lebih dari 3 m. 

Polyodon tidak membuat sarang.  Induk betina akan menyebar telur-telurnya dan pejantan akan membuahi telur-telur itu.  Seekor induk betina mampu bertelur sebanyak 300.000 –  600.000 butir.  Telur Polyodon menetas 5 hari setelah keluar dari rahim sang Induk.  Meski mampu bertelur dalam jumlah banyak namun, siklus reproduksi Polyodon sangat panjang.  Yaitu hanya 2 – 3 tahun sekali.

Harga Setara Arowana
Saat ini ikan ini sudah banyak dijajakan diberbagai kioas akuarium.  Ukuranya sangat beragam.  Harga Polyodon boleh dikatakan tergolong mahal. Bahkan setara dengan harga ikan arowana.   Polyodon berukuran 10 – 15 cm dijual dengan harga Rp 300 ribu – 400 ribu. 

Menurut Badrudin, pedagang ikan di Jakarta, Polyodon termasuk jenis ikan yang ringkih.  Kondisi kesehatannya sangat mudah dipengaruhi oleh kondisi air.  Keterangan lain diungkapkan oleh Abas, pedagang ikan di Jakarta.  Menurut Pria berbadan gempal ini, ikan bermoncong pipih itu menghandaki kandungan oksigen terlarut dalam air yang banyak.  Jadi air yang akan digunakan untuk memelihara harus di inapkan dan diaerasi terlebih dulu selama satu hari satu malam.

Kondisi air dalam akuarium harus benar-benar dijaga kualitasnya.  Filter dan aerator harus bekerja dengan baik.  Air tidak boleh terlalu sering dengan air baru.  Penggantian hanya dilakukan 2 minggu sekali.  Caranya dengan mengurangi 1/3 bagian air dalam akuarium.  Setelah itu diganti dengan air baru yang sudah diaerasi.

Sebagai menu harian, Anda bisa menyuguhkan ikan kecil, kutu air(Dhapnia pulex), cacing beku, udang, dan serangga.  Polyodon tidak doyan pakan buatan.  Porsi pakan tidak boleh berlebihan.  Sebab, sisa pakan yang tidak tersantap bisa membuat kondisi air dalam akuarium memburuk.  Pakan hidup lebih aman dari pada pakan yang sudah mati.

Jenis serta ukuran pakan harus disesuaikan dengan besar ikan.  Polyodon berukuran panjang badan 10 – 20 cm diberi pakan kutu air atau artemia.  Sedangkan Polyodon yang sudah memiliki panjang badan lebih dari 20 cm bisa diberi pakan berupa ikan-ikan kecil.  Menu seranggga yang berukuran relatif besar boleh disuguhkan jika Polyodon Anda sudah besar (orangtuaidaman.com)

Info

Manfaat Polyodon yang Lain
Selain bisa dipelihara sebagai ikan hias, Polyodon juga memiliki nilai ekonomis yang lain.  Semisal, kulitnya yang kuat bisa digunakan sebagai bahan baku pembuat barang-barang kerajinan.  Daging ikan Polyodon bercitarasa khas dan lezat.  Pada tahun 1980 perdagangan ikan Polyodon dilarang.  Sebab, populasi ikan ini sempat merosot akibat perburuan besar-besaran.


ANEKA SATWA RUMAHAN


TAMAN & KEBUN KELUARGA

error: Content is protected !!