TIPS MEMILIH TANGKRINGAN: DISESUAIKAN UKURAN KAKI BURUNG

SATWA RUMAH – Jenis dan diameter kayu yang digunakan jadi pertimbangan dalam memilih tangkringan. Tujuannya, agar burung nyaman bertengger di sangkar.

“Mau bunyi megangnya enak, juga kuat, ngga takut jatuh.” begitu Hardjono, penjual tangkringan burung, memaparkan tujuan perlunya memilih diameter kayu tangkringan yang sesuai dengan cengkeraman kaki burung. Syaratnya, kaki depan dan kaki belakang harus ketemu.

Setiap burung mempunyai ukuran kaki berbeda. Misalnya burung anis merah, kakinya ada yang besar ada pula yang kecil. “Kalau burung cucak hijau, walau berbadan bongsor tapi kakinya kecil. Sedangkan burung beo kakinya besar seperti ayam.” papar Hardjono, yang kerap menggelar dagangannya di arena kontes burung.

Soal ukuran kesesuaian kaki burung dengan tangkringannya, pemilik burung atau hobiis yang lebih tahu. Untuk mengukur diameternya, bisa diujicobakan beberapa tangkringan dalam satu sangkar. Misalnya tiga sampai lima buah dengan diameter berbeda. Nah, tangkringan mana yang paling sering dihinggapi burung, itulah ukuran yang pas buat dia.

Kayu yang digunakan sebagai tangkringan biasanya merupakan kayu pohon asam (Tamarindus indica). Kayu jenis ini berwarna cokelat kehitaman dan sering memiliki raut putih pucat. Kayu pohon asam dipilih karena kualitasnya cukup baik, keras, dan tidak dirusak oleh rayap. Selain itu, kayu ini juga punya serat yang rapat sehingga cukup halus kalau digunakan sebagai tangkringan.

Simak Juga Artikel Sejenis Ini

Hardjono yang berjualan tangkringan sejak lima tahun lalu lebih sering berburu kayu asem di daerah Jakarta dan Tangerang. Menurutnya, kini di Jakarta sudah jarang kayu pohon asam, kalau pun ada warnanya hitam. Karena banyak kena polusi udara. Tangkringan kayu yang warnanya hitam kurang disukai konsumen. “Orang ngeliatnya aja udah geli, gimana mau beli. Yang dicari warna coklat.” ujar Hardjono.

Memilih kayu asam juga harus hati-hati. Tidak boleh kayu yang berjamur. “Kalau ada yang jamuran ngga laku.” ucap Hardjono. Menurutnya, meski sebenarnya tidak terlalu berbahaya, tapi kalau dicuci jadi lembab. Selain itu, burung jadi tidak nyaman jika tangkringan berjamur.

Beberapa pedagang menjual tangkringan berupa kayu yang sudah dikelupas kulit kayunya. Selanjutnya, kayu itu diukir dengan berbagai macam motif. Ada pula tangkringan yang halus, kulit kayunya dikelupas tapi tidak diukir.

Aneka bentuk
Pijakan burung ini mempunyai beberapa bentuk. Ada yang bentuknya panjang lurus, ada pula yang melengkung. Bentuk itu alami, ada pula yang buatan. Alami misalnya bentuk lengkung yang diperoleh dari ranting kayu yang memang sudah melengkung sejak diambil dari pohon. Bentuk ini biasanya menggunakan kayu asam sebagai bahan baku.

Selain itu, anda juga bisa memilih tangkringan yang bentuknya seperti gagang pintu. Terdapat sambungan kayu yang menyiku di kedua sisinya. Biasanya bagian pinggir dibuat lebih rendah. Tujuannya, agar ketika bertengger burung tetap ada di tengah sangkar. “Buat anis, kalau teler kan lehernya goyang kanan kiri. Yang seperti ini dipilih biar dia mainnya di tengah. Kalau dipasang tangkringan lurus, Anis bisa teler di pinggir dan kepala kena jeruji sangkar.” begitu Hardjono sembari menunjuk tangkringan yang bentuknya seperti gagang pintu.

Selain itu, bagian pinggir tangkringan ini juga bisa dibuat dari kayu jati. Jenis kayu itu dipilih karena kokoh. Kuat jika nangkring di sangkar. Jadi tangkringan bisa dibuat dari kombinasi dua jenis kayu. Bagian tengah tetap kayu pohon asam, sementara pinggirnya kayu jati.

Silakan pilih yang cocok !

INFO
Bisa Dibiasakan Sejak Kecil
Mau memilih tangkringan yang kasar atau halus, biasanya tergantung kebiasaan si burung sejak masih piyik. Misalnya kenari, kalau sejak kecil dibiasakan menggunakan tangkringan yang halus, sebaiknya jangan diganti dengan yang kasar. Jika diganti tangkringannya bisa jadi si kenari enggan berkicau. Kasus senada juga bisa terjadi pada jenis burung lain. Anis merah pun kalau pijakan kakinya diubah diameternya, dia bisa ngadat bunyi.


ANEKA SATWA RUMAH


KEBUN & TAMAN KELUARGA


error: Content is protected !!