TELAGA MENJER: SEJUK, JERNIH, INDAH, PENUH KEDAMAIAN

ORANGTUA IDAMAN – Banyak orang bilang Wonosobo adalah negeri di atas awan. Namun, sesungguhnya julukan Surga di atas awan lebih pas untuknya. Selain indah, dari rahim tanahnya mengalir kedamaian.

Tak sedikit keindahan singgah dalam damai disana. Telaga Menjer salah satu tempat elok itu.

Hawa sejuk bertiup menggiring  kawanan kabut. Menyapa penuh kelembutan siapa saja yang bertandang kesana. Tak lama kemudian, arak-arakan kabut itu menyelumuti dedaunan, basah, lalu mengejawantah menjadi tetesan-tetesan embun.

Embun yang menunggu giliran menetes ke bumi, bertengger di upucuk-pucuk dedaunan. Berkilau-kilau bagai permata diterpa surya bagaskara pagi. Menerangi setiap sudut gelap jiwa. Memberi terang pengharapan siapa saja yang lelah dan letih.

Aura sejuk tak hanya membuai mata. Merasuk ke dalam raga, menenteramkan jiwa.  Jika Anda ingin lebih intim bercumbu dengan telaga, mendekat dan hampirilah melalui jalan setapak berupa anak tangga disana. Jangan khawatir, jalan itu tak terlalu menukik, kok.

Tiket masuk Telaga Menjer hanya Rp 3.000, sementara biaya parkir sepeda motor sebesar Rp 3.000, untuk mobil Rp 5.000.

Bagi para selfie mania, Banyak spot ber swafoto menunggu kehadiran Anda melampiaskan hasrat fotogenik. Tersedia pula toilet bagi yang kebetulan kebelet.

Beberapa obyek menarik lain menunggu kehadiran Anda. Gua Kayu Bulu, Bukit Cinta Lembah Seroja, semuanya elok pun rupawan.

Tak puas hanya duduk-duduk di tepi danau? Fasilitas perahu dengan suka cita akan mengusung Anda mengelilingi Telaga Menjer. Petualangan itu bisa ditebus dengan tarif Rp 15.000.

Ah… buai damai Telaga Menjer seakan membuat kaki enggan beranjak dari hadapannya (orangtuaidaman.com)

INI LOKASINYA, Klik gambar!

KISAH DAMAI DI BALIK JERNIH TELAGA MENJER

Telaga Menjer berlokasi di Desa Maron. Nama Maron berasal dari kata “hasil pembagian”. Menurut sejarah, Desa itu terselenggara atas buah kesepakatan pembagian wilayah.

Dulu, dua desa bernama Desa Tlogo dan Menjer bersepakat menghidari perselisihan soal pengelolaan sumber air. Kedua Desa itu mimilih jalan damai. Melebur masing-masing wilayahnya menjadi sebuah Desa Baru bernama Maron.

Dari perkawinan dua desa itu lahurlah Telaga Menjer yang berasal dari penggabungan dua nama desa Tlogo dan Menjer, yang berlokasi di atas sebuah desa baru bernama Maron.

Pantas jika Telaga Menjer berhawa sejuk. Pasalnya, kawasan ini berada di ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Membentang seluas 70 hektar.

Telaga berkedalaman 45 meter ini terbentuk akibat aktivitas vulkanik di kawasan Dieng. Kondisinya semakin luas dan dalam setelah dibangun bendungan dan difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung.

Kabarnya, bendungan yang sampai saat ini masih kokoh itu dibangun sejak zaman penjajahan Belanda.



SIMAK JUGA LOKA WISATA ELOK DAN ASYIK INI!


JALAN BERGANDENGAN ENGGAK JAJAN-JAJAN ITU TAK ASYIK!


KENDARAAN KELUARGA


error: Content is protected !!